•Juli 18, 2009 •
1 Komentar
Sebelumnya untuk di proyek “felix” 3 Linksys WRT54GL gw pasang firmware DD-WRT v24 SP1. Ternyata stlh dipasang fungsi WDSnya sering gak connect satu sama lain jd setting WDS harus di-apply ulang. Visit pertama belum selesai.
Stlh browsing kesana-kesini, nemu firmware Tomato. Akhirnya gw coba teliti, tyt byk yg bilang kalau Tomato ini lebih stabil dibanding DD-WRT. Memang DD-WRT featurenya lebih byk drpd Tomato. Tapi yg gw perluin udah bisa dipenuhi oleh Tomato. Yg penting stabil.
Visit kedua, gw segera upgrade WRT54GLnya pakai tomato. Juss…. (bunyi ngeupgrade firmware
). Langsung coba jadi WDS. Lancar jaya!!!. Stlh itu baru configure routernya dll. Untuk konfigurasinya WDS pakai tomato bisa diliat disini. Akhirnya kerjaan selesai juga.
Tomato emang sederhana tapi featurenya udah cukup untuk sharing Fastnet (koneksi internet yg laen juga bisa) menggunakan beberapa Access Point. Feature Tomato yg gw pakai adalah:
1. Router + WDS.
2. MAC address clonning.
3. WPA personal security.
4. Bandwidth monitoring.
Gw suka bandwidth monitoring ini. Jadi kalau customer ngeluh koneksinya lambat, kita bisa lihat apakah memang pemakaian bandwidthnya sdh full.
Ditulis dalam Information Technology, Wireless
•November 29, 2007 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Masa blog didiemin aja sih, kan kesian
OK… lama ga ngeblog gara-gara sibuk ngurusin Project Migrasi Ke Opensoure. Yup! Kita lagi migrasi semua sistem ke OpenSource dng dana investasi sekitar Rp 200jt. Lumayan gede kan!? Tapi dengan Rp 200jt itu kita akan saving Rp. 1M. What do u think? Worth it ga!?
Migrasi ini dibagi ke beberapa tahap:
- Persiapan, yaitu training personel MIS baik system maupun software development
- Tahap 1, migrasi authentication server, file server & pembuatan LTSP server
- Tahap 2, migrasi client kategori A (client semua aplikasi penggantinya ada di Linux dan datanya compatible), B (client yg aplikasi penggantinya ada di Linux tapi datanya tidak compatible), C (client yg ada inhouse developed application tapi bisa menggunakan emulator di linux,
- Tahap 3, migrasi firewall/proxy/vpn server, intranet & application server dan migrasi client kategori D (client yg ada inhouse developed application).
So far baru ngejalanin sampe tahap 1. Ini tahap yg cukup berat karena kita mulai dari infrastruktur dasar / server, bukan dari client. Sebetulnya berat bgt sih, walau dah dibantu konsultan/implementer. Phew… baru kali ini ga tidur krn migrasi file server kemaren. Jadi costnya selain duit, ada cost emosional (stress) dan emang bener-bener banting tulang. Siapin mental kalau mau migrasi level corporate gini. Sebagai Project Manager dituntut tau banyak hal ttg opensource supaya bisa mendeskripsikan kebutuhan dan menentukan solusi yang tepat. Kadang ada hal-hal yang miss juga saking banyaknya hal yg diurusin. Mulai dari spesifikasi hardware, spesifikasi software yg akan diconfigure, membuat bahan training (sekaligus mentraining user) dan yang penting juga adalah sosialisasi ke user. Contohnya hal yg miss mendeskripsikan ke konsultan agar file server menggunakan antivirus. Itu kan hal yang umum yah, tapi di Technical Document bisa kelewatan ga disebutin. Untungnya konsultannya baik. Mau mengerjakan apa yg diluar Technical Document tersebut.
Walaupun berat, tapi kita optimis akan berhasil. Makin ngoprek Linux, makin banyak hal-hal yang kita suka. Mulai dari desktopnya, kita pakai Ubuntu, perkembangannya cepet banget. Sekarang sih baru pake Fiesty , mungkin nanti kalau sempet install Gutsy. Ngopreknya juga bisa kedalem-dalem, ga cuma yg tampil di GUI- nya aja. Seperti halnya waktu ngoprek Endian Firewall. Ternyata script cron ada yang salah, dengan usaha dikit bisa ketemu masalahnya dimana.
Ditulis dalam Information Technology, Linux, Migrasi