Proyek Migrasi Ke Opensource

Masa blog didiemin aja sih, kan kesian :P

OK… lama ga ngeblog gara-gara sibuk ngurusin Project Migrasi Ke Opensoure. Yup! Kita lagi migrasi semua sistem ke OpenSource dng dana investasi sekitar Rp 200jt. Lumayan gede kan!? Tapi dengan Rp 200jt itu kita akan saving Rp. 1M. What do u think? Worth it ga!?

Migrasi ini dibagi ke beberapa tahap:

  • Persiapan, yaitu training personel MIS baik system maupun software development
  • Tahap 1, migrasi  authentication server, file server & pembuatan LTSP server
  • Tahap 2, migrasi client kategori A (client semua aplikasi penggantinya ada di Linux dan datanya compatible), B (client yg aplikasi penggantinya ada di Linux tapi datanya tidak compatible), C (client yg ada inhouse developed application tapi bisa menggunakan emulator di linux,
  • Tahap 3, migrasi firewall/proxy/vpn server, intranet & application server dan migrasi client kategori D (client yg ada inhouse developed application).

So far baru ngejalanin sampe tahap 1. Ini tahap yg cukup berat karena kita mulai dari infrastruktur dasar / server, bukan dari client. Sebetulnya berat bgt sih, walau dah dibantu konsultan/implementer. Phew… baru kali ini ga tidur krn migrasi file server kemaren. Jadi costnya selain duit, ada cost emosional (stress) dan emang bener-bener banting tulang. Siapin mental kalau mau migrasi level corporate gini. Sebagai Project Manager dituntut tau banyak hal ttg opensource supaya bisa mendeskripsikan kebutuhan dan menentukan solusi yang tepat. Kadang ada hal-hal yang miss juga saking banyaknya hal yg diurusin. Mulai dari spesifikasi hardware, spesifikasi software yg akan diconfigure, membuat bahan training (sekaligus mentraining user) dan yang penting juga adalah sosialisasi ke user.  Contohnya hal yg miss mendeskripsikan ke konsultan agar file server menggunakan antivirus. Itu kan hal yang umum yah, tapi di Technical Document bisa kelewatan ga disebutin. Untungnya konsultannya baik. Mau mengerjakan apa yg diluar Technical Document tersebut.

Walaupun berat, tapi kita optimis akan berhasil. Makin ngoprek Linux, makin banyak hal-hal yang kita suka. Mulai dari desktopnya, kita pakai Ubuntu, perkembangannya cepet banget. Sekarang sih baru pake Fiesty , mungkin nanti kalau sempet install Gutsy. Ngopreknya juga bisa kedalem-dalem, ga cuma yg tampil di GUI- nya aja. Seperti halnya waktu ngoprek Endian Firewall. Ternyata script cron ada yang salah, dengan usaha dikit bisa ketemu masalahnya dimana.

~ oleh kidney20 di/pada November 29, 2007.

Tinggalkan Balasan